Minggu, 27 September 2015

9 Gallery

Aku mulai merasa bosan dengan keseharianku. Bangun pagi dan tak lupa minum secangkir kopi atau teh manis hangat yang ditambah dengan sedikit memaksa Matt Belamy atau Adam Levine bernyanyi sampai pukul 7.28 wib. Setelah semuanya siap, aku berangkat kerja dengan mengendari motorku yang telah aku sematkan nama kuda kepadanya. Sampai kantor pasti tidak kurang dari pukul 7.40 atau telat sepuluh menit dari seharusnya. Datang terlambat adalah ritual wajib bagiku dan sebagai 'hadiah'nya gajiku dipotong 300 ribu per bulannya. Aku anggap itu adalah sedekah dariku agar kantorku punya pemasukkan tetap sebesar itu tiap bulannya.

Jam pulang kerja kira-kira pukul 16.30. Setelah sholat ashar di musholla kantor aku hampiri sikuda dan mengajaknya pulang ke kosan. Kira-kira seperti itu satu setengah tahun terakhir milikku. Jenuh.

Harus ada yang aku ubah, teriak suara dari hati. Pertama aku mulai banyak membaca buku. Mulai dari novel, kumpulan puisi, bahkan modul kuliah aku baca kembali. Ternyata hobi ini mampu membuka pikiranku lebih luas. Aku mulai mengenal penulis hebat seperti Eyang Sapardi, Dewi Lestari, Aan Mansyur, Tere Liye, Pidi Baiq, Zarry Hendrik, Asma Nadia, Sudjiwo Tejo, atau bahkan Almarhum Pramoedya. Rak buku-ku berpenghuni kini.

Setelah buku aku jadikan jalan keluar atas kejenuhan ini. Aku mulai menambahkan kegiatan outdoorku. Aku kembali aktif mendaki gunung bersama sahabat baikku dionion kids yang semoga selalu dirahmati oleh Allah SWT (Amiin). Aku membeli sepeda gunungnya Mas Oki karena butuh uang katanya dan juga membeli kamera dslrnya Mas Riki karena butuh uang untuk bayar pajak mobil dan terakhir tanpa direncana aku membeli gitar saat mencari buku digramedia mall metropolitan Bekasi.

Saat membaca buku yang saat menulis ini aku lupa namanya, aku terinspirasi untuk menjadi seorang pengusaha. Istilah saat ini  enterpreneur. Aku mengajak satu teman kerjaku untuk bebisnis. Bisnis kreatif. Aku tawarkan ide bisnis dariku. Memang belum menjanjikan keuntungan besar tetapi syukur Alhamdulillah temanku menerimanya. Aku dan temanku menamakan bisnisku 9 Gallery yang terinspirasi dari @9gag

Lain waktu akan aku ceritakan perkembangan bisnisku ini.





Sabtu, 26 September 2015

Kamu, Satu Inspirasi Pada Zaman Ini

Tidak disengaja aku menemukan akun path seorang wanita yang dari namanya membuat aku penasaran ingin mengenalnya. Entah apa alasannya mungkin karena pada akunnya dia berteman dengan teman kuliahku, Rona dan Helmy.

Aku mulai mencari informasi tentangnya menggunakan mesin pencari. Mesin ini membawaku ke blog tumblr miliknya. Setelah membaca beberapa halaman blognya, aku mulai menyukai kepribadiannya. Dia adalah Kartini atau Cut Nyak Dien bagi dirinya.

Dua hari libur kerjaku, aku habiskan menjadi penonton penggalan kisah masa lalunya. Dari blognya, aku tahu bagaimana dia akrab dengan lautan yang diberi nama biru atau kelincahannya bermain gitar yang dinamai kurt oleh temannya. Hebat dalam membuat puisi, mencintai sastra Indonesia yang sekarang ini aku mulai gemari. Lebih dari itu aku kagum akan  idealismenya, aku sedikit merinding membaca pesan dari dia. "Apapun pekerjaan kalian nanti, bantu-lah petani-petani kita". Para petani membutuhkan kita, lulusan kampus ternama, Institut Pertanian Bogor. Jangan terlalu jauh dari dunia pertanian, tulisnya.

Dibagian blognya, ada tulisan yang membuat aku tertawa, bagaimana bisa perut dia panas, setelah minum sedikit kopi.

Dibagian blog yang lain, aku merasa terharu dan sedih. Dia tumbuh tanpa seorang ibu dan ayah disampingnya. Tetapi semua itu mampu dia lewati. Sekarang dia adalah spesies baru di bumi ini, dibelakang namanya  sudah ada gelar Sp. Hebat.

Sepertinya cukup menggambarkan kekagumanku akan dirinya. Takut salah tulis.
Terima kasih sebelumnya.

*Aku menulis dengan mendengarkan soundclould miliknya. Kamu wanita hebat, Jarang kutemui wanita sepertimu pada zaman sekarang ini.

Sabtu, 20 Juni 2015

Ibadah hati

Hari ini tepat hari ketiga bulan ramadhan. Aku sengaja membaca buku Ibadah Hati karya Dr. Muhammad Musa al Shareef.

Ada kutipan menarik yang ingin saya bagikan kepada pembaca blog ini, "Hati yang hidup adalah hati yang mengingat nikmat Allah, orang yang hatinya mati adalah orang yang mati sebelum waktunya".

Kamis, 18 Juni 2015

Tiada Ojek di Paris

Hari minggu, satu minggu yang lalu, 14 Juni, jam 18.30 sampai 22.00, aku berada di mall metropolitan, Bekasi. Ada satu buku puisi yang sedang aku cari sebulan ini. "Melihat Api Bekerja" judul kumpulan puisi karya Aan Mansyur. Aku pengagum karyanya.

Sama seperti yang aku alami di gramedia Matraman, buku itu tak aku temui.
Sebagai gantinya, aku membeli "Tiada Ojek di Paris", dari sinopsis yang aku baca dibelakang cover buku, sepertinya ini buku humor, tebakku.

Minggu, 04 Januari 2015

kembali ke akar hobi : membaca

Setelah beberapa bulan kemarin disibukan oleh persiapan menjadi supervisor produksi. Akhirnya, saya dapat juga mencuri waktu pergi ke gramedia.

Bulan Januari sudah siap dengan 5 buku bacaan. Mudah-mudahan bermanfaat.



Mari membaca kawan.